Malaysia: Penambang Kripto Mencuri Listrik, Kerugian Lebih dari US$ 1 Miliar
Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia menghadapi masalah serius terkait penambangan kripto ilegal yang menggunakan listrik curian. Penambang-penambang ini memanfaatkan celah di sistem kelistrikan untuk menambang bitcoin, dan dampaknya sangat besar: perusahaan listrik nasional, Tenaga Nasional Berhad (TNB), melaporkan kerugian mencapai US$ 1,11 miliar (sekitar RM 4,6 miliar) sejak tahun 2020 hingga Agustus 2025.

Akar Masalah: Mengapa Penambang Kripto Curang dengan Listrik
- Bitcoin dan Penambangan Memerlukan Banyak Energi
Penambangan kripto, terutama jenis proof-of-work seperti Bitcoin, Castletoto sangat boros listrik. Penambang ilegal memanfaatkan listrik murah atau bahkan mencurinya agar biaya operasional tetap rendah dan keuntungan dari reward blok bisa maksimal. - Modus Pencurian Listrik
- Memanipulasi meteran listrik: men-tamper meter agar tidak mencatat konsumsi sesungguhnya.
- Menyambung langsung kabel listrik (“bypass”) ke instalasi listrik utama agar beban konsumsi listrik tidak tercatat dengan benar.
- Penggunaan lokasi tersembunyi: banyak tambang ilegal berada di gedung ruko, gudang, atau area perumahan yang disamarkan agar tidak mudah terdeteksi.
- Peningkatan Kasus yang Dramatis
Sejak 2018 hingga 2024, kasus pencurian listrik untuk kripto meningkat ~300% menurut laporan operasi gabungan TNB, polisi, dan regulator energi.- Rata-rata kasus yang terungkap per tahun antara 2020–2024 sekitar 2.303 kasus pencurian listrik kripto.
- Total tempat (premis) yang melakukan penambangan ilegal terungkap sejak 2020 mencapai 13.827 lokasi.
Dampak Kerugian Besar bagi TNB dan Negara
- TNB menderita kerugian finansial besar: RM 4,57 miliar (±US$ 1,11 miliar) akibat listrik ilegal digunakan untuk menambang kripto.
- Kerugian semacam ini bukan hanya soal uang hilang: konsumsi listrik ilegal juga berisiko terhadap stabilitas jaringan listrik, keamanan (risiko kebakaran), dan beban operasional distribusi listrik.
- Karena skala besar, masalah ini juga menjadi perhatian negara dan regulator energi, bukan hanya urusan TNB saja.
Tindakan Pemerintah dan TNB untuk Menekan Pencurian Listrik Kripto
- Operasi Gabungan Penertiban
TNB bekerja sama dengan polisi, Komisi Multimedia dan Komunikasi, dan lembaga anti-korupsi untuk melakukan razia dan penyitaan mesin penambang di lokasi-lokasi mencurigakan. - Database untuk Lokasi Mencurigakan
Dibuat basis data yang menyimpan catatan pemilik dan penyewa premis yang dicurigai melakukan penambangan ilegal. Database ini digunakan untuk inspeksi berkala dan penindakan. - Pemasangan Smart Meter
TNB mulai memasang smart meter di gardu distribusi listrik untuk memantau konsumsi listrik secara real-time dan mendeteksi pola penggunaan listrik yang abnormal (indikasi meter yang dimanipulasi atau bypass). - Kampanye Kesadaran Publik
Pemerintah bersama TNB menggiatkan edukasi kepada publik tentang risiko dan dampak pencurian listrik bagi kripto mining: tidak hanya kerugian keuangan, tetapi juga bahaya keamanan listrik dan masalah hukum. - Sanksi Hukum
Meskipun tidak ada undang-undang khusus untuk penambangan kripto, tindakan memanipulasi meter atau kabel listrik melanggar Electricity Supply Act, yang memungkinkan denda hingga RM 1 juta dan hukuman penjara hingga 10 tahun.
Tantangan dan Risiko Lebih Besar
- Regulasi Kripto Belum Spesifik: Penambangan kripto di Malaysia sendiri tidak dilarang sepenuhnya, tetapi kegiatan ilegal terkait listrik sangat sulit diatur karena regulasi listrik dan kripto berada di ranah yang berbeda.
- Operator Kripto Pindah Lokasi Cepat: Karena operasi ilegal mudah dipindahkan (ruko, gudang kecil), penegakan hukum menjadi sulit dan butuh sumber daya besar.
- Beban Jaringan & Keamanan: Penambangan ilegal menggunakan banyak mesin ASIC atau GPU yang butuh pendinginan besar — ini bisa membebani jalur listrik lokal, menimbulkan panas berlebih, dan risiko kebakaran.
- Teknologi Deteksi Terus Berkembang: TNB sudah menggunakan smart meter dan analisis pola konsumsi, tapi para penambang ilegal mungkin juga mencoba mengakali dengan teknik baru.
Implikasi yang Lebih Luas
- Ekonomi Nasional: Kerugian lebih dari US$ 1 miliar bukan hal kecil — uang tersebut bisa dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur, energi terbarukan, atau subsidi listrik jika tidak hilang karena pencurian.
- Sektor Kripto: Isu listrik mencuri ini dapat menurunkan citra penambangan kripto di mata publik dan regulator, terutama terkait dampak sosial dan lingkungan.
- Keamanan Energi: Kasus ini membuka kesadaran bahwa infrastruktur listrik nasional rentan dieksploitasi oleh operasi ilegal kripto, sehingga perlu sistem pengawasan yang lebih canggih.
- Kebutuhan Regulasi Terpadu: Ada dorongan agar regulasi kripto dan energi dirumuskan terintegrasi — misalnya lisensi penambangan, tarif khusus, atau peraturan konsumsi energi kripto.
Kesimpulan
Kasus penambangan kripto ilegal di Malaysia yang mencuri listrik hingga menimbulkan kerugian lebih dari US$ 1 miliar menunjukkan betapa besar dampak ekonomi dan keamanan dari tindakan semacam ini. Meskipun kripto sendiri legal, praktik ilegal yang menyertai penambangan — seperti manipulasi meter dan bypass listrik — jelas melanggar hukum, merugikan utilitas negara, dan membahayakan infrastruktur tenaga.
TNB bersama pemerintah telah bertindak tegas melalui operasi gabungan, pemasangan smart meter, dan edukasi publik. Namun, untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh, dibutuhkan regulasi yang lebih kuat dan sistem pemantauan yang terus ditingkatkan.